Sangalla, Humas Penyelenggara Katolik – Peningkatan kualitas Pendidikan Agama Katolik (PaKat) di sekolah formal membutuhkan pendampingan yang konsisten serta pemetaan potensi peserta didik yang akurat. Semangat tersebut diwujudkan oleh Penyelenggara Katolik Kantor Kemenag Tana Toraja melalui aksi pendampingan guru sekaligus penggalian data riil potensi siswa Katolik yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara intensif di tiga satuan pendidikan di lokasi yang berbeda, yakni UPT SDN 2 Sangalla, UPT SDN 4 Makale Utara, serta UPT SDN 7 Rantetayo.
Melalui kunjungan ini, Guru Pendamping PaKat hadir memberikan penguatan kompetensi profesional dan pedagogik bagi para pendidik di lapangan. Pembinaan dikemas dalam suasana diskusi reflektif yang hangat, diawali dari observasi pembelajaran langsung di ruang kelas, evaluasi penerapan kurikulum, penyusunan perangkat ajar dan asesmen, hingga pemanfaatan media pembelajaran yang interaktif dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang murid.
Selain penguatan kapasitas guru, agenda penting lainnya adalah pemetaan dan pendataan langsung potensi siswa-siswi Katolik di ketiga sekolah tersebut. Data yang valid dan presisi dinilai sangat krusial agar program pembinaan keagamaan di masa mendatang dapat dirancang lebih fokus dan berorientasi pada pengembangan diri peserta didik secara utuh.
Para guru Pendidikan Agama Katolik bersama pihak Kepala Sekolah menyambut penuh antusias kehadiran tim pendamping. Kehadiran pengawas dan pendamping dari Penyelenggara Katolik Kemenag Tana Toraja dirasakan bukan sebagai bentuk pengawasan yang kaku, melainkan ruang berdialog untuk berbagi pengalaman, mencari solusi atas kendala pembelajaran di kelas, serta memperkuat rasa percaya diri guru dalam mengajar.
Guru Pendamping PaKat menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan komitmen pembinaan berkelanjutan. Tujuannya adalah mendorong para pendidik agar semakin kreatif, inovatif, dan penuh kasih dalam mendampingi anak-anak didik.
Melalui sinergi erat yang terbangun usai sesi evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut ini, Kemenag Tana Toraja berharap mutu layanan Pendidikan Agama Katolik di sekolah formal terus meningkat, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang beriman teguh, berkarakter mulia, serta memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama. (FR/Red)