Makale, Humas Bimas Kristen – Menjadi pendidik Pendidikan Agama Kristen (PAK) tak cukup hanya menguasai materi pelajaran di atas kertas. Di tengah derasnya laju teknologi dan dinamika dunia pendidikan yang semakin kompleks, seorang guru dituntut untuk terus belajar, berbagi pengalaman, serta merajut inovasi pembelajaran yang relevan bagi generasi muda.
Semangat perbaikan berkelanjutan itulah yang terpancar dalam Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) PAK Kabupaten Tana Toraja. Berlangsung selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026, di Gedung Gereja Toraja Jemaat Kasimpo, Makale, sebanyak 175 guru PAK dari pelbagai pelosok sekolah berkumpul untuk saling menguatkan dan bertumbuh bersama.
Kegiatan yang dibuka oleh Pengurus Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) ini menghadirkan ruang pembekalan yang kaya dan interaktif. Berbagai topik strategis dikupas tuntas, mulai dari Asta Program Prioritas (Asta Protas) Kemenag, moderasi beragama, pembinaan ASN dan guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), ekoteologi, digitalisasi pendidikan, bijak bermedia sosial, hingga penegasan tugas pokok dan fungsi guru.
Sesi Moderasi Beragama dibawakan langsung oleh Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kemenag Tana Toraja. Dalam arahannya, ia menegaskan betapa krusialnya peran pendidik agama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk anak-anak bukan hanya menjadi pribadi yang beriman, tetapi juga memiliki karakter yang baik, mampu menghargai sesama, mencintai bangsa, dan hidup berdampingan di tengah keberagaman,” ungkapnya.
Suasana belajar semakin hidup saat peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi. Didampingi pemateri Yusak Yokoyama, para guru mempraktikkan langsung Pembelajaran Digitalisasi. Sementara itu, Simon Rumante, S.Th., M.Pd.K. memandu sesi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Melalui dinamika kelompok, para peserta aktif merumuskan metode mengajar yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan di sekolah masing-masing.
Memasuki hari berikutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, H. Usman Senong, S.Ag., M.H., hadir memberikan penguatan materi Asta Protas di bidang pendidikan. Kakankemenag memotivasi para pendidik agar terus percaya diri dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Guru pendidikan agama jangan merasa tertinggal. Kita harus mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang konkret dan terus mengikuti perkembangan teknologi,” pesan H. Usman Senong secara inspiratif.
Melalui KKG PAK ini, ditegaskan kembali bahwa profesionalisme seorang guru tidak hanya diukur dari kelengkapan berkas administrasi semata, melainkan dari ketulusan hati, integritas, dan rasa tanggung jawab dalam mendampingi tumbuh kembang para murid.
“Kunci dalam menjalankan tugas adalah menjadikan setiap pelayanan di sekolah sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Hidup dalam integritas dan penuh rasa tanggung jawab,” tambahnya.
Penguatan nilai ekoteologi juga menjadi bagian penting dalam pertemuan ini, dengan harapan para guru dapat menanamkan kepedulian terhadap kelestarian alam kepada para siswa. Ketika 175 guru PAK Toraja bertumbuh bersama, nyala semangat perubahan itu tidak berhenti di gedung gereja, melainkan akan berlanjut menjadi praktik pembelajaran yang lebih bermakna di ruang-ruang kelas. (cil/Red)