Makale Utara (Humas Bimas Kristen) – Masa remaja adalah waktu untuk bertumbuh, mengenali potensi, dan menyiapkan masa depan. Pesan itu mengemuka saat Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Makale Utara mengajak siswa SMK Negeri 1 Makale Utara berfokus meraih mimpi serta menjadi versi terbaik diri sebelum memasuki pernikahan pada Kamis (17/09/2026).
Penyuluh mengibaratkan pernikahan seperti rumah. Rumah yang dibangun tanpa fondasi kuat akan mudah goyah, begitu pula pernikahan yang dimulai tanpa kesiapan fisik, psikis, spiritual, dan ekonomi. Karena itu, para remaja diajak memahami bahwa pernikahan membutuhkan kematangan dan tanggung jawab, bukan sekadar keputusan karena dorongan sesaat.
Pembinaan spiritual tersebut sekaligus menjadi upaya pencegahan pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di kalangan remaja. Dalam materi pembinaan disebutkan, data UNICEF menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus pernikahan dini terbanyak, sedangkan data BPS mencatat sekitar 19 persen remaja di Indonesia melangsungkan pernikahan di bawah usia 19 tahun pada 2025.
Agar peserta terlibat aktif, penyuluh mengemas pembinaan melalui diskusi interaktif, tanya jawab, ceramah, dan ice breaking pada setiap sesi. Peserta diajak mengeksplorasi potensi diri melalui hobi dan kegiatan positif, merancang masa depan, serta membangun batasan sehat dalam pergaulan sebagai upaya mencegah kehamilan tidak diinginkan.
Refleksi spiritual berangkat dari 1 Korintus 6:19–20: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, yang kamu peroleh dari Allah—dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu, muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”
Pesan tersebut mengingatkan para remaja bahwa tubuh perlu dijaga, dirawat, dan dijauhkan dari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pada akhir pembinaan, peserta diajak berkomitmen menggunakan waktu untuk bertumbuh, melindungi diri, dan mengejar cita-cita.
Guru SMK Negeri 1 Makale Utara, Ruth Tandi, menyambut baik pembinaan tersebut. Menurutnya, pendampingan seperti ini penting karena pergaulan remaja membutuhkan perhatian dan arahan dari orang dewasa.
“Kami senang dengan kehadiran penyuluh yang datang memberikan pembinaan di sekolah kami. Sesekali pembelajaran dikemas dengan pembinaan seperti ini. Semoga kerja sama ini terus berlanjut sebagai komitmen kita untuk mendidik anak-anak,” tutur Ruth. (Red)