Makale (Humas KUA Makale) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Makale kembali menegaskan komitmennya dalam membina dan membentengi generasi muda melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Bekerja sama dengan pihak sekolah, kegiatan ini digelar khusus bagi siswa-siswi muslim di UPT SMA Negeri 5 Tana Toraja pada Rabu (23/09/2026).
Agenda strategis ini dirancang sebagai wadah pembinaan moral dan spiritual, sekaligus memperluas wawasan para pelajar dalam merespons berbagai dinamika sosial dan tantangan pergaulan masa kini.
Pihak UPT SMA Negeri 5 Tana Toraja menyambut antusias inisiatif positif tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan rasa syukur atas perhatian berkelanjutan KUA Makale terhadap pembinaan karakter peserta didik muslim di lingkungannya.
"Kami sangat terbantu dan bersyukur atas kehadiran KUA Makale dalam memberikan pembinaan moral dan spiritual kepada siswa-siswi muslim SMAN 5 Tana Toraja. Kegiatan ini merupakan inisiatif luar biasa dari KUA Makale, dan kami tentu menyambut baik kerja sama ini karena pembinaan generasi muda mutlak membutuhkan sinergi erat antara sekolah dan berbagai pihak," ungkapnya hangat.
Apresiasi senada diutarakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Makale, Usep Saipul Anwar, yang hadir mewakili Kepala KUA Makale. Pihaknya berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah membuka pintu kolaborasi bagi terlaksananya program pembinaan remaja usia sekolah ini.
"Kami mengapresiasi pihak sekolah yang telah memberi ruang bagi KUA Makale untuk mendampingi remaja usia sekolah. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka cakrawala berpikir para siswa dalam merancang masa depan yang cerah, sekaligus membentengi diri dari pengaruh negatif pergaulan bebas, salah satunya fenomena pernikahan pada usia yang belum matang," tutur Usep.
Lebih lanjut, Usep menekankan bahwa edukasi remaja semestinya tidak terpaku pada kalimat larangan semata, melainkan membimbing mereka memahami peta jalan kehidupan secara bertahap. Menurutnya, fokus utama masa remaja adalah menuntaskan pendidikan, mengasah kapasitas diri, meraih kemandirian ekonomi, hingga akhirnya tiba pada kesiapan matang untuk membangun mahligai keluarga.
Pada sesi utama, kegiatan BRUS menghadirkan Penghulu KUA Makale, M. Maulana Al Idrus, sebagai narasumber. Di hadapan puluhan siswa, Maulana memaparkan materi seputar pentingnya menjaga kehormatan diri, menjalin pergaulan sehat, merancang cita-cita masa depan, serta menakar konsekuensi jangka panjang dari setiap keputusan besar dalam hidup, termasuk pernikahan.
"Pernikahan bukan sekadar tentang siap mencintai, tetapi juga tentang kesiapan menjalani tanggung jawab. Karena itu, masa sekolah seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun pendidikan, keterampilan, karakter, dan cita-cita. Ketika waktunya tiba nanti, kehidupan berkeluarga benar-benar dijalani dalam kondisi yang telah siap seutuhnya," tegas Maulana.
Ia mengingatkan agar para pelajar tidak terlena oleh bujuk rayu arus pergaulan yang berisiko mematikan masa depan. Keputusan keliru yang diambil pada fase remaja dapat berdampak berkepanjangan pada keterputusan jenjang pendidikan, hilangnya peluang kerja yang layak, hingga kerentanan keharmonisan keluarga di masa depan.
Pelaksanaan BRUS ini berlangsung interaktif dan hidup di bawah panduan Penghulu KUA Kecamatan Makale Utara, Rahmatullah, yang bertindak sebagai moderator. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) UPT SMAN 5 Tana Toraja selaku pembina kerohanian siswa-siswi muslim.
Sebagai salah satu program unggulan Kementerian Agama, BRUS diarahkan sebagai langkah preventif menekan laju perkawinan anak di bawah batas usia minimal yang digariskan undang-undang, yakni 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, KUA Makale berikhtiar mencetak generasi muda Tana Toraja yang cerdas, tangguh, berakhlak mulia, dan siap menyongsong masa depan yang berkualitas. (Maul/Red)