Gandangbatu Sillanan (Humas KUA Gandangbatu Sillanan) – Panjangnya masa tunggu keberangkatan ke Tanah Suci yang memakan waktu hingga bertahun-tahun hendaknya tidak dimaknai sebagai penantian pasif, melainkan masa belajar aktif untuk mematangkan bekal ibadah. Pesan tersebut menjadi pokok bahasan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Jemaah Haji Sepanjang Tahun yang berlangsung di Masjid Shihhatul Iman Alloan, Lembang Buntu Limbong, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Selasa (29/09/2026).
Kegiatan pembinaan yang digelar melalui sinergi antara Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tana Toraja dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gandangbatu Sillanan ini diikuti 25 peserta. Para peserta terdiri dari masyarakat yang telah resmi terdaftar dalam daftar tunggu calon jemaah haji maupun warga yang tengah berikhtiar mempersiapkan diri menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Kepala KUA Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Ratika Abdul Rahman, saat membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa program pembinaan sepanjang tahun merupakan langkah krusial dalam mendampingi jemaah secara berkesinambungan. Menurutnya, kesiapan menunaikan ibadah haji tidak cukup hanya bertumpu pada penguasaan teori manasik menjelang keberangkatan, melainkan memerlukan kematangan spiritual, kesiapan mental, ketahanan fisik, serta pembentukan sikap tawadu selama di Tanah Suci.
Ratika menekankan bahwa lamanya antrean merupakan cerminan besarnya kerinduan dan kecintaan umat Islam kepada Baitullah.
“Begitu cintanya jemaah untuk sampai di Tanah Suci sehingga rela mengantre bertahun-tahun. Karena itu, masa tunggu ini jangan hanya dipandang sebagai masa penantian, melainkan harus dimanfaatkan untuk terus belajar, mempersiapkan diri, dan memperbaiki kualitas ibadah sehari-hari,” ujar Ratika di hadapan para jemaah.
Ia menambahkan, ibadah haji adalah perjalanan sakral yang menuntut kesiapan lahiriah dan batiniah. Oleh sebab itu, proses pembinaan diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang hidup dan berkesinambungan, bukan sekadar seremoni formal sesaat.
Hal senada ditegaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tana Toraja, Ruslin M. Said, dalam sesi penyampaian materi bimbingan. Ia mengajak seluruh calon jemaah untuk menyikapi masa antrean dengan rasa syukur dan ikhtiar memperkaya wawasan keagamaan.
“Masa tunggu bukan berarti masa untuk berhenti belajar. Justru inilah kesempatan emas bagi kita untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Ketika panggilan keberangkatan tiba, kita telah memiliki bekal ilmu yang mantap, fisik yang terjaga, kesabaran yang lapang, serta kesiapan hati yang ikhlas,” ungkap Ruslin.
Suasana pembinaan di Masjid Shihhatul Iman Alloan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Sebanyak 25 jemaah tampak tekun mencatat dan aktif berdiskusi mengenai tahapan penyelenggaraan haji, pemeliharaan kesehatan sejak dini, serta kiat menjaga keistiqamahan niat selama masa tunggu. Kolaborasi berkelanjutan antara KUA dan Kemenhaj ini diharapkan mampu melahirkan jemaah haji yang mandiri dan berakhlak mulia.
Kegiatan ditutup dengan untaian doa dan ajakan tulus dari Kepala KUA Gandangbatu Sillanan agar jemaah senantiasa merawat semangat ibadah.
“Mari kita jaga niat, kesehatan, kesabaran, dan terus belajar. Semoga setiap langkah persiapan kita menjadi bagian dari amal saleh menuju haji yang mabrur, dan semoga Allah Swt. memberikan kesempatan serta kemudahan bagi kita semua untuk memenuhi panggilan-Nya ke Tanah Suci,” pungkas Ratika. (Red)