Logo Kemenag SIRITA Sistem Informasi Religi Tana Toraja
Madrasah / MIN 3 Tana Toraja

Kepala Madrasah Turun Tangan Mengajar: Solusi Kolaboratif MIN 3 Tana Toraja demi Hak Belajar Kelas 6

Tayang: Jumat, 19 Juni 2026 11:55 WITA

Penulis: Maynanda | Editor: Andrew Pangala

11 views 2 suka 1 dibagikan
Kepala Madrasah Turun Tangan Mengajar: Solusi Kolaboratif MIN 3 Tana Toraja demi Hak Belajar Kelas 6

Uluway, Humas MIN 3 Tana Toraja — Memastikan anak-anak didik di pelosok daerah mendapatkan hak belajar terbaik adalah tanggung jawab besar yang memerlukan ketulusan hati. Ketika salah seorang guru harus mengambil cuti melahirkan, langkah solutif nan kolaboratif segera diambil oleh seluruh tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Tana Toraja demi menjaga kelangsungan proses belajar mengajar siswa kelas 6 agar tetap berjalan optimal.

Dalam rapat persiapan tahun ajaran baru yang dipimpin langsung oleh Kepala MIN 3 Tana Toraja, Hj. Marhaya, S.Pd.I., pada Kamis (18/6), ia menekankan kembali esensi pentingnya integritas bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Rapat yang secara khusus berfokus pada persiapan kenaikan kelas serta penataan pembagian tugas guru tersebut berlangsung dengan penuh rasa tanggung jawab. Baginya, integritas bukan sekadar slogan pemanis bibir, melainkan keselarasan utuh antara hati, pikiran, dan perbuatan dalam menjalankan pengabdian.

"Integritas harus tercermin dalam tindakan nyata, termasuk hal paling mendasar seperti kepedulian kita bersama menjaga kebersihan kantor dan lingkungan sekolah. Lingkungan yang bersih adalah cerminan hati yang selaras untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik," tutur Marhaya di hadapan peserta rapat yang berlangsung hangat di Uluway tersebut.

Tantangan nyata pun mengemuka saat pembahasan teknis pembagian tugas mengajar. Wali Kelas 6, Jahria, S.Pd., direncanakan mengambil cuti melahirkan selama tiga bulan. Di satu sisi, madrasah tidak bisa serta-merta mengangkat guru honorer baru karena adanya pembatasan regulasi administrasi yang ketat. Di sisi lain, siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian kelulusan tidak boleh dibiarkan tanpa bimbingan intensif.

Menghadapi situasi dilematis ini, pihak madrasah menyepakati opsi pemberdayaan guru internal secara kolaboratif. Hebatnya, Marhaya selaku Kepala Madrasah tidak segan untuk turun tangan langsung mengampu mata pelajaran Matematika di kelas 6 selama masa cuti Jahria.

Tidak hanya Marhaya, sejumlah guru internal lain juga bahu-membahu membagi tanggung jawab mata pelajaran pokok. Bahasa Indonesia kini dipercayakan kepada Abdurrahman, S.Pd., sementara pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) ditangani oleh Syamsiah, S.Pd.

Tanggung jawab mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) diemban oleh Syarifah, S.Pd., sedangkan Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) diisi oleh Simbo Allo, S.Pd. Melengkapi pembagian tugas ini, pelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) dipegang oleh Maynanda Restu Buana, S.Pd., Gr.

Melalui pembagian tugas yang solid ini, pihak madrasah optimistis transisi pembelajaran di kelas 6 akan berjalan mulus tanpa mengurangi mutu pendidikan. Kebersamaan para guru di MIN 3 Tana Toraja menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan regulasi dan fasilitas bukanlah penghalang ketika hati para pendidik telah selaras demi mencerdaskan anak-anak didik mereka.