Sangalla' Selatan, Humas Bimas Kristen – Tawa riang dan yel-yel penuh semangat menggema di pelataran UPT SDN 2 Sangalla' Selatan pada Jumat (31/7/2026). Dalam peringatan Hari Anak Nasional yang berlangsung hangat, anak-anak diajak merayakan masa kanak-kanak sekaligus menumbuhkan keberanian untuk membayangkan masa depan Indonesia yang lebih maju, adil, ramah lingkungan, serta bebas dari kekerasan.
Kegiatan bernuansa edukatif ini terlaksana atas kolaborasi antara UPT SDN 2 Sangalla' Selatan dan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja. Mengusung subtema "Jika Aku Menjadi Pemimpin Tahun 2045", rangkaian acara dirancang tidak hanya untuk menghadirkan keceriaan, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sejak dini.
Suasana semarak sudah terasa sejak awal acara. Para peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok yang mengusung nama-nama Presiden Republik Indonesia. Dengan percaya diri, setiap kelompok menampilkan yel-yel kreatif yang menggambarkan semangat kebersamaan, sebelum melangkah mengikuti berbagai permainan edukatif untuk melatih kerja sama, keberanian, dan kemampuan mengambil keputusan.
Salah satu momen paling berkesan tercipta saat anak-anak menuangkan cita-cita mereka melalui "Balon Udara Impian". Goresan harapan yang mereka tempelkan menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki suara yang layak didengar, didukung, dan diberi ruang untuk berkembang menuju terwujudnya visi Indonesia Emas. Keceriaan peserta makin memuncak saat memasuki sesi pembagian hadiah yang disambut sorak sukacita.

Di samping perlombaan dan permainan, para siswa juga dibekali pemahaman mendalam mengenai arti kepemimpinan sejati. Lewat sesi bimbingan rohani yang dibawakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Tana Toraja, anak-anak diajak merenungkan ajaran kitab suci dari Mazmur 37:37. Melalui perenungan tersebut, mereka belajar bahwa seorang pemimpin yang baik tidak sekadar diukur dari kemampuan akademis atau keterampilan teknis, melainkan dari ketulusan hati, kejujuran, serta pola hidup yang senantiasa membawa kedamaian bagi sesama.

Sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, seluruh peserta didik dan pendamping bersama-sama melakukan aksi menanam pohon di lingkungan sekolah. Aksi hijau ini menjadi simbolisasi bahwa masa depan yang indah membutuhkan proses perawatan sejak dini. Sebagaimana bibit pohon yang memerlukan waktu, tanah yang subur, dan siraman air untuk tumbuh kokoh, anak-anak pun membutuhkan kasih sayang, pendidikan berkualitas, dan lingkungan yang mendukung agar kelak siap berdiri teguh sebagai generasi penerus bangsa. (Humas/Red)