Makale Utara, Humas Bimas Kristen – Sekitar 300 siswa dan guru SMK Negeri 1 Tana Toraja mengikuti penyuluhan agama Kristen yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Makale Utara pada Jumat (14/08/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Tana Toraja ini menjadi ruang refleksi bagi para siswa untuk membicarakan impian, masa depan, dan bagaimana menempatkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipandu oleh Rini Bunga, S.Pd. sebagai liturgis dan Haristyono Kiding Allo, S.Ag. sebagai Pelayan Firman. Mengangkat tema “Menentukan Arah yang Benar dalam Hidup: Ambisi, Prestasi, dan Kehendak Tuhan”, penyuluhan ini mengajak para pelajar menilik kembali motivasi mendasar di balik cita-cita dan perjuangan yang sedang mereka tempuh. Renungan materi didasarkan pada Kitab Yeremia 45:1–5, khususnya teguran Tuhan kepada Barukh agar tidak sekadar mencari hal-hal besar bagi dirinya sendiri.
Pesan spiritual tersebut terasa sangat relevan bagi siswa SMK yang sedang berproses mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Praktik kejuruan, penugasan, Praktik Kerja Industri (Prakerin), hingga rencana bekerja atau melanjutkan studi kerap kali melahirkan beragam target dan harapan. Ada yang berambisi segera mendapatkan pekerjaan, mandiri secara finansial, membahagiakan orang tua, hingga membuktikan kemampuan diri. Memiliki cita-cita tinggi tentu bukan hal yang keliru, namun arah dan motivasi di baliknya perlu terus diuji.
Melalui kisah Barukh, para siswa diajak menyadari bahwa kesuksesan tidak selayaknya diukur semata dari jabatan, besaran penghasilan, piala prestasi, atau pengakuan sesama. Ketika seluruh ikhtiar hanya berpusat pada ego diri sendiri, kegagalan akan dengan mudah memicu kekecewaan mendalam dan mengikis semangat. Karena itu, cita-cita harus berjalan seiring dengan kehendak Tuhan serta kepedulian terhadap sesama.
Penyuluhan ini juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju masa depan tidak selalu mulus sesuai rencana. Dunia kerja yang akan mereka masuki menyimpan berbagai tantangan, mulai dari persaingan ketat hingga dinamika yang tidak selalu ideal. Dalam situasi demikian, iman dan karakter yang kokoh menjadi bekal utama yang tidak kalah penting dibanding penguasaan keterampilan teknis.
Oleh karena itu, para pelajar didorong untuk memberikan performa terbaik dalam setiap proses pembelajaran yang sedang dijalani. Praktik di bengkel kejuruan, laboratorium, dapur tata boga, maupun tempat magang bukan sekadar kewajiban untuk meraih nilai atau pujian, melainkan wujud tanggung jawab dan ungkapan syukur atas talenta pemberian Tuhan. Mereka juga disadarkan untuk teguh menjaga kejujuran dan integritas serta tidak mudah putus asa saat menghadapi kegagalan.
Melalui pembinaan keagamaan ini, para siswa diharapkan tumbuh tidak hanya sebagai generasi yang terampil dan siap pakai di dunia kerja, melainkan juga pribadi yang memiliki arah hidup jernih, berkarakter kuat, dan meyakini bahwa setiap impian dapat diwujudkan dalam penyertaan Tuhan. (Red)