Gandangbatu Sillanan (Humas MIN 2 Tana Toraja) – Aula MIN 2 Tana Toraja dipenuhi tawa, senyum, dan air mata haru. Empat puluh empat siswa kelas VI menapaki langkah terakhir mereka di madrasah, menutup babak enam tahun penuh perjuangan dan belajar. Orang tua, guru, dan tamu undangan hadir, menyaksikan momen yang sarat makna ini.
Kepala MIN 2 Tana Toraja, Ambo Emme, membuka acara dengan kata-kata hangat. Ia mengajak siswa untuk merenungkan perjalanan mereka, bukan hanya nilai yang diraih, tetapi pengalaman, kegigihan, dan persahabatan yang telah dibangun. “Setiap usaha kalian, setiap tawa dan air mata, membentuk siapa kalian hari ini. Kami bangga pada kalian semua,” ujarnya dengan penuh haru.
Salah satu siswa, Aulia, berbagi cerita tentang bagaimana guru membimbingnya memahami pelajaran sulit dan menumbuhkan keberanian untuk tampil di panggung seni. “Saya awalnya takut salah, tapi guru selalu sabar memberi dorongan. Sekarang saya bisa menari di depan teman-teman dan orang tua,” katanya sambil tersenyum.
H. Usman Senong, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, menekankan pentingnya dukungan orang tua di rumah. Ia mengingatkan, “Madrasah hanya menaruh dasar. Kesuksesan anak-anak kalian juga tergantung perhatian dan cinta di rumah. Bersama-sama kita bisa membantu mereka terus berkembang.”
Acara semakin hidup ketika siswa menampilkan kreativitas mereka: pembacaan Al-Qur’an, lagu, tari kreasi, hingga pemberian penghargaan bagi teman-teman berprestasi. Suasana hangat, penuh tawa dan tepuk tangan, menunjukkan ikatan erat antara siswa, guru, dan keluarga.
Di akhir acara, doa bersama menutup momen istimewa itu. Para siswa berfoto bersama, mengabadikan kenangan yang akan mereka bawa sepanjang hidup. Hari itu bukan sekadar perpisahan, tapi titik awal dari perjalanan baru, penuh harapan dan cita-cita. (jun)