Mengkendek, Humas Bimas Kristen – Sebanyak 966 peserta didik penggalang SD dan SMP yang tergabung dalam Perkemahan ITA Jamnas XII Kwartir Ranting (Kwarran) Mengkendek mengikuti pembinaan karakter secara intensif pada Jumat (14/08/2026). Kegiatan yang berlangsung di bumi perkemahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, ini dibawakan langsung oleh jajaran Penyuluh Agama Kristen Kantor Kemenag Tana Toraja sebagai ruang penguatan ketahanan moral remaja di tengah era digital.
Dalam pembinaan terpadu tersebut, para penyuluh menyajikan tiga materi utama yang sangat krusial bagi tumbuh kembang generasi muda, yakni pencegahan kenakalan remaja, edukasi bahaya seks bebas, serta kampanye bahaya narkoba.
Materi pertama mengenai Pencegahan Kenakalan Remaja dibawakan oleh Erli Enitia Salugi bersama Priatmi Sombo. Para peserta diajak menyadari bahwa kenakalan remaja dapat menjadi "virus" yang merusak potensi besar dalam diri setiap manusia. Agar tetap mampu "bersinar" positif, para pramuka diajak memegang dua prinsip utama: bijak memilih lingkaran pertemanan serta menemukan identitas diri yang kokoh di dalam Tuhan.
Materi kedua mengenai Edukasi Bahaya Seks Bebas bagi Remaja dipandu oleh Sri Melianti Pasondong dan Margaretha. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai dampak buruk pergaulan bebas terhadap masa depan pendidikan, kesehatan fisik, dan kematangan mental. Para remaja diajak mengenali faktor pemicu seperti tekanan sebaya dan rasa ingin tahu yang tak terarah, sekaligus didorong untuk mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Sementara itu, materi ketiga mengenai Kampanye Bahaya Narkoba disampaikan oleh Yiska Leban, Carolin Damayanti, dan Agustinus Magalla. Para penyuluh menegaskan bahaya destruktif zat adiktif yang dapat menghancurkan saraf, mental, hingga cita-cita masa depan. Tak sekadar ceramah, sesi ini dirangkai dengan simulasi interaktif pemecahan kode Morse Pramuka sebagai simbol keberanian remaja untuk tegas menolak dan melepaskan diri dari ancaman narkoba.
Agar suasana bimbingan berlangsung hangat dan efektif, 966 peserta dibagi ke dalam tiga kelompok rotasi: Tim Pita Kuning, Tim Pita Cokelat, dan Tim Pita Biru. Ketiga tim secara bergiliran mengikuti setiap pos materi yang telah disiapkan secara kreatif oleh para penyuluh.
Ketua Panitia Perkemahan, Bertus Lopang, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi para Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Mengkendek. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memadukan ketangkasan kepramukaan dengan nilai-nilai kerohanian.
Apresiasi senada turut datang dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Toraja yang hadir meninjau lokasi perkemahan. Ia memuji inisiatif panitia yang jeli memanfaatkan potensi sumber daya penyuluh keagamaan lokal di wilayah Mengkendek.
“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada panitia yang bisa membangun kerja sama erat dengan Penyuluh Agama Kecamatan Mengkendek dan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada. Untuk apa kita mencari ke luar kalau di dalam kecamatan kita sendiri memiliki potensi pembina yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, jajaran Penyuluh Agama Kristen berharap 966 penggalang Pramuka Mengkendek dapat bertumbuh menjadi Generasi Emas 2045 yang sehat, tangguh, berani menolak pengaruh negatif, serta siap menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. (Humas Bimas Kristen/Red)