Gandangbatu Sillanan, Humas Bimas Kristen – Komitmen menekan angka perkawinan usia anak di wilayah pelosok terus digencarkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja. Melalui peran aktif Penyuluh Agama Kristen, rangkaian pembinaan edukatif pencegahan pernikahan dini sukses menyasar 268 pelajar di dua sekolah, yakni UPT SMP Kristen Gandangbatu pada Jumat (07/08/2026) dan UPT SMPN 5 Gandangbatu Sillanan pada Jumat (14/08/2026).
Sebanyak 190 peserta didik mengikuti sesi pembinaan di UPT SMP Kristen Gandangbatu, sementara 78 siswa lainnya hadir dalam pembekalan di UPT SMPN 5 Gandangbatu Sillanan. Program bimbingan ini dirancang guna meningkatkan pemahaman komprehensif remaja mengenai dampak buruk dan risiko multidimensi dari pernikahan di bawah umur.
Langkah preventif ini sejalan dengan amanat regulasi perundang-undangan nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menetapkan batas minimal usia pernikahan bagi pria maupun wanita adalah 19 tahun.
Tim pemateri yang terdiri atas Penyuluh Agama Kristen Yulianus, Belsira, dan Charlinda Sammane membagi pembinaan ke dalam beberapa sesi interaktif. Para narasumber menguraikan secara mendalam faktor pemicu serta dampak negatif pernikahan dini dari perspektif kelangsungan pendidikan, kesehatan reproduksi, kesiapan psikologis, ketahanan ekonomi, kehidupan sosial, hingga kematangan spiritual remaja.
Dalam arahannya, penyuluh menekankan urgensi membangun "pagar pembatas" atau batasan diri yang sehat dalam pergaulan sehari-hari maupun aktivitas di ruang media sosial. Remaja diajak membentengi diri dari pergaulan bebas yang rentan menjerumuskan masa depan.
Dari sudut pandang keimanan Kristiani, penyuluh mengutip pesan bijak Pengkhotbah 3:1: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya". Para siswa dimotivasi untuk menikmati masa muda dengan kegiatan positif, menata cita-cita, serta memprioritaskan pendidikan sebagai bekal utama meraih masa depan yang gemilang.
Inisiatif jemput bola ini disambut antusias oleh jajaran pendidik. Kepala UPT SMPN 5 Gandangbatu Sillanan, Daud Charles Bumbungan, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Kemenag Tana Toraja. "Kami mengucapkan terima kasih kepada penyuluh agama yang terjun langsung membimbing anak-anak kami. Kami berharap kegiatan positif ini dapat berkesinambungan," ungkapnya.
Apresiasi senada diutarakan Kepala UPT SMP Kristen Gandangbatu, Efraim Taruk, S.Pd. Ia menilai bimbingan moral ini sangat krusial dalam membuka wawasan peserta didik agar tidak terjebak dalam arus fenomena pernikahan dini.
Rangkaian acara ditutup dengan seruan komitmen bersama ratusan peserta didik melalui ikrar: "Remaja Kristen – Jaga Iman, Jaga Masa Depan". (Humas Bimas Kristen/Red)