Gandasil (Humas MIN 2 Tana Toraja) – Sebanyak enam peserta didik terbaik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Tana Toraja unjuk kemampuan dalam ajang seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tana Toraja yang berlangsung di Lantai 1 Gedung Laboratorium Baru MAN Tana Toraja, Rabu (09/09/2026).
Keenam siswa tersebut merupakan delegasi terpilih hasil penjaringan ketat di tingkat madrasah yang dipersiapkan untuk bersaing dengan perwakilan madrasah lain se-Kabupaten Tana Toraja. Pada kompetisi sains bergengsi ini, delegasi MIN 2 Tana Toraja diterjunkan pada dua cabang lomba jenjang MI, yaitu bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Terintegrasi serta Matematika Terintegrasi.
Untuk cabang IPAS Terintegrasi, MIN 2 Tana Toraja mengutus Bilqis Mikayla Malaikah (Kelas VI), Magfirah Khairunnisa (Kelas V), dan Adeva Abqariah (Kelas V). Sementara itu, pada cabang Matematika Terintegrasi, madrasah mempercayakan kompetisi kepada Muh. Harun Al-Rasyid (Kelas V), Mufidah Salsabila (Kelas V), dan Hilmi Humairoh (Kelas VI).
Sepanjang pelaksanaan seleksi, para peserta tampak fokus dan antusias menuntaskan butir-butir soal penalaran dan integrasi keilmuan berbasis komputer. Ajang OMI 2026 sendiri dirancang Kementerian Agama sebagai wadah strategis dalam menjaring talenta unggul madrasah yang tidak hanya menguasai sains murni, tetapi juga mampu berpikir kritis, analitis, serta memiliki kedalaman pemahaman nilai-nilai keislaman.
Kepala MIN 2 Tana Toraja, Ambo Emme, menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa bangganya atas dedikasi para siswa dan guru pembimbing yang telah berikhtiar maksimal sejak tahapan persiapan.
“Anak-anak yang melangkah ke arena OMI ini adalah siswa pilihan yang telah membuktikan kerja keras dan keberaniannya untuk berkompetisi. Kami berharap mereka mampu menampilkan performa terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan memetik pengalaman berharga ini sebagai pemantik semangat untuk terus mengukir prestasi lebih tinggi,” ujar Ambo Emme.
Ia menambahkan bahwa keikutsertaan madrasah dalam OMI bukan semata-mata berorientasi pada raihan trofi atau medali, melainkan wujud komitmen nyata madrasah dalam menumbuhkan ekosistem akademik yang sehat serta ruang eksplorasi talenta sains bagi anak didik di pelosok Gandangbatu Sillanan.
Dukungan dan pendampingan moril juga terus mengalir dari para guru pembimbing di lokasi ujian. Keluarga besar MIN 2 Tana Toraja berharap ikhtiar ini membuahkan hasil optimal sehingga duta sains mereka dapat melaju mewakili daerah ke tahapan OMI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. (Jun/Red)